Categories
Uncategorized

Melakukan Gerakan Meloncat Dan Berputar Merupakan Gerakan Dasar Untuk Gerakan Ini

olafree.netmelakukan gerakan meloncat dan berputar merupakan gerakan dasar melayang. Untuk melakukan lompatan yang baik anda harus mengetahui cara-cara melompat. Melompat dapat dilakukan dengan vertikal dan jauh. Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap. 

Melompat Vertikal dengan Benar 

  1. Awali dengan melakukan satu atau dua langkah di awal gerakan. Lakukan ancang-ancang dengan satu langkah atau dua langkah sebelum melakukan lompatan. Dengan melakukan ini energi yang terbentuk akan membantu menambah gaya ke atas lompatan. Lompatan vertikal akan mencapai ketinggian maksimum jika Anda melakukannya dengan kedua kaki. 

 

Kekuatan yang berasal dari kedua tungkai kaki dapat Anda gunakan untuk mendorong tubuh dari lantai sebagai titik awal.

  1. Bayangkan Anda menggunakan kursi dan Anda menjatuhkan diri pada kursi. Tekuk lutut untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi dari bagian tungkai. Rentangkan kaki dengan jarak selebar bahu, pinggul ditekuk dengan sudut 30° dan lutut ditekuk sudut 60° serta pergelangan kaki 25°. Jaga punggung tetap tegak ketika melakukan lompatan. 
  2. Lakukan dengan bantuan tungkai. Ayunkan tangan ke udara dan juga pangkal jari kaki arah atas, ini akan membantu dalam meningkatkan kekuatan dan ketinggian lompatan. Ketika Anda melakukan gerakan dengan benar maka kaki  akan tertarik ke depan. Ayunkan lengan kembali saat Anda kembali menegakkan seluruh tubuh. 
  3. Mendarat menggunakan bagian pangkal jari di kaki. Menghindari cedera pada kaki, maka saat melakukan pendaratan gunakan permukaan telapak kaki dengan permukaan yang rata untuk menghindari kaki yang terpelintir. Mendaratlah dengan pangkal jari, tumit, lutut dan terakhir pinggul. 

 

Melompat Jarak Jauh 

  1. Latihan dengan lari cepat. Untuk melatih kecepatan Anda, maka bisa dilakukan dengan mencoba melakukan ini agar jarak lompatan Anda lebih jauh. Bisa dengan lari sangat cepat atau tingkatkan kecepatan. 
  2. Melakukan latihan pada lokasi tepat. Lokasi untuk latihan ini biasanya dalam bak pasir jadi Anda jangan sampai melakukan di atas permukaan tanah biasa. 
  3. Lari dengan cepat ke garis awal. Ketika melakukan lompatan mulai lakukan lompatan pada titik terdekat dari garis awal agar lompatan memiliki jarak maksimal. Perlu diperhatikan dimana garis awal lompatan ini kemudian jadikan kaki sebagai tumpuan di sebelah kanan. Naikkan tingkat kecepatan dan kekuatan lari saat akan mendekati garis batas area berlari. 
  4. Mulai lakukan lompatan. Tempatkan kaki yang dominan Anda di kanan garis awal dan fokuskan untuk melompat jauh dengan mendorong pinggul. 
  5. Sebelum mendarat tetap ayunkan tungkai dan lengan depan. Saat Anda merasa kecepatan menurun dan akan segera mendarat maka dorong kaki dan lengan untuk bersiap mendarat. Jarak lompatan akan diukur titik terjauh dari awal. 
  6. Lakukan pendaratan dengan pelan dan lembut. Jaga tubuh Anda agar tetap aman dengan mempertahankan kedua lutut tetap tertekuk sedikit dan meluruskan pergelangan kaki lurus dengan tidak menahan berat tubuh dan mendarat dengan pergelangan tangan. 

Baca Juga : Tak Perlu Opname, Inilah Cara Mengobati Diare Pada Bayi 0-6 Bulan

melakukan gerakan meloncat dan berputar merupakan gerakan dasar melayang dan melompat yang baik dapat Anda lakukan dengan mengikuti langkah yang telah dijelaskan di atas. Cobalah untuk meloncat!

Categories
Uncategorized

Tak Perlu Opname, Inilah Cara Mengobati Diare Pada Bayi 0-6 Bulan

olafree.net – Hingga saat ini, diare menjadi salah satu penyebab peningkatan angka kematian bayi dan balita di seluruh dunia. Terhitung sekitar 525.000 anak usia 0-6 bulan meninggal disetiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, persentase kematian anak akibat diare diperkirakan mencapai 25% sampai 30%. Lalu sebenarnya, apa sih obat diare pada bayi 0-6 bulan?

 

Penyebab Utama Diare

Ada banyak sekali hal yang dapat menyebabkan timbulnya diare, diantaranya adalah:

  1. Keracunan makanan, khususnya bayi anak yang sudah diberi asupan MPASI.
  2. Infeksi usus & gastroenteritis karena bakteri, virus, maupun parasite.
  3. Mengkonsumsi makanan atau obat-obatan pemicu alergi.
  4. Terlalu banyak meminum jus buah.
  5. Intoleransi terhadap susu sapi.

 

Teknik Pengobatan dan Pencegahan

  1. Sering Memberikan ASI Beserta Cairan Elektrolit

Pengobatan diare pada balita di bawah usia 6 bulan bisa dilakukan dengan pemberian ASI dalam frekuensi lebih sering. Mengingat ASI sendiri memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh bayi untuk mengganti cairan sekaligus nutrisi yang hilang ketika buang air besar.

 

Disamping itu, ASI memiliki antibodi yang diyakini mampu membantu bayi melawan berbagai jenis virus dan bakteri penyebab sakit perut. Sementara untuk anak di atas 6 bulan, Anda dapat memberikan asi sembari diselingi dengan pemberian cairan rehidrasi oral layaknya pedialit maupun oralit.

 

  1. Pemberian Suplemen Zinc

Melansir sebuah penelitian garapan WHO (World Health Organization) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak yang menderita diare akut bisa diberi asupan tambahan berupa suplemen zinc selama 10 hingga 14 hari.

 

Adapun untuk dosisnya, 10 mg per hari bagi bayi di bawah 6 bulan, dan 20 mg per hari bagi balita. Ada baiknya untuk mengkonsultasikan hal ini lebih lanjut pada dokter anak langganan supaya dosis suplemen bisa diberikan dalam takaran pas.

 

  1. Memberikan Probiotik

Sejumlah riset menunjukkan jika pemberian probiotik mampu mendukung proses penyembuhan sekaligus mempercepat jalannya pemulihan sakit pada balita. Oleh sebab itu, Anda bisa memberi anak makanan atau suplemen dengan kandungan probiotik tinggi ketika sedang terpapar sakit perut dan mulas.

 

Seefektif apapun pengobatannya, tak ada seorang ibu barang satupun yang menghendaki anaknya menderita sakit. Untuk itu, Anda perlu menerapkan beberapa upaya pencegahan sebagaimana berikut:

  1. Rutin mencuci tangan sebelum mempersiapkan susu formula atau makanan. Pun demikian sebelum dan setelah mengganti popoknya.
  2. Selalu menjaga kebersihan rumah berikut lingkungan sekitarnya, termasuk pula dengan mainan atau benda lain yang kerap disentuh balita.
  3. Setelah balita bermain, buang air kecil/buang air besar, atau menyentuh benda-benda kotor, ajaklah mereka mencuci tangannya dengan sabun dan air bersih.
  4. Jika memungkinkan, selalu berikan asupan ASI eksklusif.

Baca Juga : Cara Membuat Tabel Pada Word

Itulah sejumlah obat diare pada bayi 0-6 bulan lengkap dengan trik pencegahan untuk Anda contoh. Sangat mudah bukan?